Sektor Sawit di Pulau Bawal, Tren Positif Buat Warga dan Daerah

Sektor Sawit di Pulau Bawal, Tren Positif Buat Warga dan Daerah
Sektor Sawit di Pulau Bawal, Tren Positif Buat Warga dan Daerah.

Ketapang (Borneotribun) - Industri kelapa sawit di kabupaten Ketapang dalam tiga tahun terakhir ini dinilai berkembang pesat, terutama bagi masyarakat sekitar perkebunan dan sebagai penyumbang bagi pendapatan daerah.

Bagi masyarakat, dampak nyata seperti serapan tenaga kerja serta realisasi kebun plasma, yang dikelola oleh sebuah koperasi.

Salah satu koperasi mitra perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Gunajaya Harapan Lestari (GHL)  adalah koperasi Perkebunan Bawal Sejahtera Mandiri (BSM) yang wilayah perkebunanya berada di Pulau Bawal desa Kendawangan Kiri kabupaten Ketapang menyampaikan bahwa keberadaan perkebunan di pulau Bawal memberi dampak nyata bagi peningkatan ekonomi warga maupun pembangunan beberapa fasilitas dasar masyarakat. 

"Masyarakat dapat terlibat aktif mengelola dana dari hasil plasma yang diberikan perusahaan.  Infrastruktur di Pulau Bawal seperti pembangunan masjid, pengadaan genset serta meningkatkan akses internet juga dapat direalisasikan," ujar Ilyas. 

Menurut dia, dampak lebih nyata dirasakan bagi masyarakat adalah kesempatan kerja dan hasil dari pembagian kebun plasma. Warga dulunya terbelakang secara ekonomi kini sedikit banyak berubah. 

"Di pulau Bawal masyarakat dulunya bekerja serabutan, kebanyakan sebagai nelayan, semenjak dimasuki kebun sawit, masyarakat memiliki pekerjaan dan penghasilan tetap. Hampir semua warga disini bekerja di sawit," katanya. 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2021 dan 2023, luas tanaman kelapa sawit di kabupaten Ketapang meningkat dari 386.001 hektar menjadi 454.012 hektar. Ini berarti terjadi peningkatan sebesar 17,1 persen.

Data produksi perkebunan pada periode yang sama juga menunjukkan peningkatan. Produksi kelapa sawit pada tahun 2021 tercatat sebesar 1.382.554 ton, kemudian meningkat menjadi 1.968.5 77 ton pada tahun 2022, dan mencapai 2.682.984 ton pada tahun 2023. Angka ini menunjukkan pertumbuhan yang cukup signifikan dalam kurun waktu tiga tahun. 

Industri ini merupakan salah satu sektor pendukung perekonomian masyarakat lokal sekitar, kelapa sawit memiliki peran penting dalam menciptakan lapangan pekerjaan, meningkatkan pendapatan masyarakat serta berkontribusi terhadap pendapatan daerah. Akan tetapi, sama seperti banyak daerah penghasil kelapa sawit lainnya di Indonesia, industri ini juga menimbulkan tantangan lingkungan

Muzahidin.
Tinggalkan Komentar anda Tentang Berita ini