![]() |
| Sertifikasi 86 Ribu Benih Sawit di Muara Pawan: Langkah Penting Perkuat Fondasi Kebun Masa Depan Pekebun Ketapang. |
Ketapang – Di tengah tingginya kebutuhan benih unggul untuk mendukung program peremajaan kebun kelapa sawit, satu hal menjadi semakin jelas: masa depan kebun 20 hingga 25 tahun mendatang ditentukan dari keputusan hari ini. Salah pilih bibit, risiko kerugian bisa berlangsung puluhan tahun. Karena itulah, proses sertifikasi benih menjadi langkah krusial yang tidak bisa diabaikan.
Komitmen tersebut ditunjukkan oleh CV Tiga Bintang yang menggelar sertifikasi benih kelapa sawit tahap main nursery di Desa Sungai Awan Kiri, Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memastikan kualitas bahan tanam yang akan digunakan pekebun benar-benar memenuhi standar resmi.
86.594 Benih Diajukan Sertifikasi
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 86.594 batang benih kelapa sawit diajukan untuk proses sertifikasi. Jumlah ini bukan angka kecil. Benih-benih tersebut terdiri dari varietas DxP Themba, DxP PPKS 540, dan DxP Simalungan yang saat ini telah berusia 8 hingga 9 bulan dan memasuki fase main nursery.
Tahapan ini sangat menentukan, karena pada fase inilah pertumbuhan vegetatif mulai terlihat jelas. Kesalahan dalam seleksi atau pengawasan pada tahap ini bisa berdampak langsung terhadap produktivitas tanaman ketika sudah ditanam di lapangan.
Bagi pekebun, ini bukan sekadar proses administratif. Ini adalah investasi jangka panjang.
Pengawasan Ketat oleh Tim Sertifikasi
Proses pemeriksaan dilakukan oleh tim dari UPT Pengawasan dan Sertifikasi Benih Perkebunan Provinsi Kalimantan Barat, yakni Nugraha Banu Safitri, SP., M.Agr., Putra Diangga Sinaga, SP., serta Tagam Manalu, SP., M.M.
Pemeriksaan dilakukan secara teknis dan menyeluruh di lokasi pembibitan. Tim tidak hanya melihat kondisi secara umum, tetapi juga melakukan pengecekan detail di lapangan. Salah satu metode yang digunakan adalah menghitung jumlah pelepah pada sampel tanaman untuk memastikan kesesuaian umur dan pertumbuhan bibit.
Mengapa ini penting? Karena jumlah pelepah menjadi indikator pertumbuhan yang sehat dan sesuai standar umur tanaman. Bibit yang pertumbuhannya tidak sesuai bisa berpotensi mengalami gangguan produktivitas saat dewasa.
Selain itu, kondisi kesehatan tanaman juga diperiksa secara saksama. Bibit harus bebas dari serangan hama dan penyakit yang bisa menurunkan kualitas genetik maupun performa hasil panen di masa depan.
Standar Media Tanam dan Polibeg Ikut Dicek
Tak hanya kondisi fisik tanaman, tim sertifikasi juga menilai aspek teknis lainnya, termasuk keseragaman pertumbuhan dan penggunaan media tanam. Ukuran polibeg 30 x 40 cm menjadi salah satu standar yang diperiksa.
Ukuran ini bukan sekadar angka. Ruang perakaran yang cukup sangat memengaruhi kekuatan dan daya tahan bibit saat dipindahkan ke lahan permanen. Akar yang berkembang optimal akan membantu tanaman lebih cepat beradaptasi di lapangan.
Dengan kata lain, proses sertifikasi ini memastikan bahwa setiap detail, sekecil apa pun, telah memenuhi ketentuan yang ditetapkan pemerintah.
Kenapa Sertifikasi Benih Itu Penting?
Banyak pekebun kini mulai sadar bahwa produktivitas kebun sawit tidak hanya bergantung pada pemupukan atau perawatan setelah tanam. Semuanya berawal dari kualitas benih.
Benih bersertifikat menjamin:
-
Mutu genetika yang terjaga
-
Kualitas fisik tanaman sesuai standar
-
Proses pengawasan resmi dari pemerintah
Tanpa sertifikasi, risiko mendapatkan benih tidak murni atau kualitas rendah semakin besar. Dampaknya bisa terasa saat tanaman mulai berproduksi, bahkan baru disadari setelah bertahun-tahun.
Di sinilah pentingnya memilih benih yang telah melalui proses pengawasan ketat.
Dukung Produktivitas Sawit Kalimantan Barat
Kegiatan sertifikasi ini juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan produktivitas kebun kelapa sawit di Kalimantan Barat, salah satu sentra produksi sawit nasional. Ketersediaan benih unggul yang bersertifikat di tingkat lokal akan membantu pekebun mendapatkan akses bahan tanam berkualitas tanpa harus bergantung pada pasokan dari luar daerah.
Program peremajaan atau replanting yang tengah didorong pemerintah pun akan lebih efektif jika didukung benih yang benar-benar unggul. Dengan produktivitas yang meningkat, daya saing sektor perkebunan pun ikut terdongkrak.
Bagi pekebun, ini bukan sekadar soal menanam ulang. Ini soal membangun ulang harapan dan memperkuat fondasi ekonomi keluarga untuk dua dekade ke depan.
Saatnya Pekebun Lebih Selektif
Jika Anda adalah pekebun yang tengah mempertimbangkan peremajaan kebun, momentum ini bisa menjadi waktu yang tepat untuk memastikan pilihan benih Anda tidak salah. Jangan tergiur harga murah tanpa kejelasan sertifikasi.
Benih unggul mungkin terasa sebagai investasi awal yang lebih besar, tetapi hasilnya akan jauh lebih menguntungkan dalam jangka panjang. Produktivitas stabil, rendemen lebih baik, dan risiko gagal tanam lebih rendah.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai ketersediaan dan prosedur pemesanan benih bersertifikat, pekebun dapat menghubungi Admin CV Tiga Bintang melalui WhatsApp di nomor 0852 1189 7800.
Masa depan kebun Anda dimulai dari keputusan hari ini. Pilih benih bersertifikat, dan perkuat fondasi kebun untuk generasi mendatang.
