![]() |
| para pengurus PAC PPP Ketapang berfoto bersama seusai memilih tidak mengikuti proses pemilihan ketua DPC PPP Ketapang karena dinilai prosesnya cacat AD/ART (muzahidin/Ist |
Para pengurus menilai, tahapan proses pemilihan ini melanggar anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) partai terkait pemilihan formatur sebagai bagian dari pelaksanaan proses pemilihan calon ketua partai.
"Pemilihan formatur untuk menjalani proses pemilihan ketua adalah salah satu tahapan yang diatur dalam AD/ART maupun peraturan organisasi (PO). Tahapan ini tidak dijalankan oleh pengurus. Maka kami memilih meninggalkan tempat pemilihan, sebab cacat aturan," ujar Aliansyah, wakil ketua DPC PPP Ketapang yang didampingi 11 pengurus PAC dalam memberikan keterangan Pers pada Sabtu malam (9/5/2026).
Menurut dia, dalam aturan partai disebutkan bahwa dalam hal pemilihan ketua maupun pengurus partai tingkat kabupaten, maka, sebelum dilaksanakan proses pemilihan, pengurus harian partai harus melakukan rapat atau musyawarah untuk memilih perwakilan sebagai bagian dari penyelenggara pemilihan ketua .
"Tahapan ini tidak pernah dilakukan oleh pelaksana tugas maupun jajaran pengurus partai, tetapi tiba-tiba melaksanakan Muscab saja, jelas pelanggaran," tegasnya.
Panitia muscab dinilai hanya memaksakan untuk melaksanakan proses muscab sebagai syarat formalitas untuk melegitimasi calon ketua yang sudah dikantongi tanpa mengikuti aturan partai.
"Rapat pembentukan panitia muscab, ataupun rapat harian dalam memilih formatur muscab tidak pernah dilakukan oleh pelaksana tugas (Plt) maupun pengurus partai. Saya tegaskan bahwa muscab ini tidak sesuai dengan AD/ART partai. Muscab di kafe Ceko ini hanya syarat untuk mengeluarkan SK saja dan ini bertentangan," tegasnya.
Ia berpendapat, jikapun proses Muscab ini dipaksakan berjalan tanpa dihadiri pengurus PAC, maka kepengurusan DPC PPP Ketapang tidak mendapat legitimasi atau dukungan dari organ partai.
"Jadi jika nantinya ada pihak-pihak yang mengklaim bahwa proses Muscab ini sah, maka itu tidak benar, dan klaim sepihak," ucapnya.
Pihaknya turut mengapresiasi atas kehadiran perwakilan dari Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) yang memantau hadir langsung mengikuti proses pemilihan ketua kabupaten ini.
Sehingga diharapkan dapat menilai secara objektif proses Muscab ini dan diharapkan dapat mempertimbangkan untuk menunda keputusan penting demi kebaikan partai.
"Apresiasi kami para pengurus partai dibawah atas kehadiran para pengurus DPW, dengan keberadaan mereka di arena Muscab diharapkan dapat jadi pertimbangan untuk menunda keputusan penting demi kebaikan partai," tandasnya.
