Tersinggung Ucapan 6 Bulan Lewat Dari Cerita Warkop, Ketua PPNI Ketapang Jadi Korban Pemukulan Warga

Tersinggung Ucapan 6 Bulan Lewat Dari Cerita Warkop, Ketua PPNI Ketapang Jadi Korban Pemukulan Warga
Tersinggung Ucapan 6 Bulan Lewat Dari Cerita Warkop, Ketua PPNI Ketapang Jadi Korban Pemukulan Warga.
Ketapang (Borneo Tribun) - Hanya karena tersinggung ucapan enam bulan lalu, ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Cabang Ketapang Eka Arianto diduga jadi korban pemukulan dari seorang warga berinisial U-Is

Peristiwa ini bermula ketika korban Eka Arianto mengucapkan kata-kata kepada sesorang anggota PPNI Ketapang bernama Uti Faradian soal adanya cerita di warung kopi yang korban dengar yaitu kalau ada isu bahwa ada orang Uti Uti mengambil serta membagikan duit Farhan, calon bupati 2024.

Kala itu, ucapan yang Ia sampaikan dimaksudkan sebagai nasehat dan peringatan sebagai ketua PPNI dan sesama kawan sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) agar tidak terlalu jauh terlibat politik praktis. 

"Rupa-rupanya, Uti Faradian menyimpan kata-kata 6 bulan itu dan mengadukan ke keluarganya bernama U-Is. Pelaku U-Is tak terima dan melayangkan beberapa pukulan ke rahang dan leher saya,"kata Eka Arianto, Jumat (02/01/2026) di Ketapang. 

Diceritakan Eka, pemukulan ini terjadi di tempat kerjanya di Puskesmas Ratu Belian, Mulia Kerta Benua Kayong Ketapang ketika kedua orang tersebut bertemu denganya. 

Pertemuan itu awalnya dimaksudkan meminta penjelasan darinya soal ucapan enam bulan lewat itu.  

Penjelasan sudah disampaikan bahwa yang dimaksud itu adalah ada cerita dari warung kopi. 

Atas apa yang dirinya dengar dari cerita di warung kopi itulah, Ia memanggil Uti Faradian dengan maksud mengingatkan kepada Uti Faradian bahwa sebagai PNS, hendaknya tidak boleh terlibat dalam urusan dukung mendukung terkait politik. 

Karena banyak contoh anggota PPNI yang terkena imbas akibat ketahuan memberikan dukungan politik. 

"Apa yang saya dengar saat ngopi itu, saya panggil ajak bicara sodara Uti Faradian, sambil bercanda, mengingatkan kalau kite ni PNS tidak boleh terlibat politik praktis, banyak contoh kawan-kawan kite jadi korban politik. Saya berbicara dengan Uti Faradian itu sebagai ketua PPNI sekaligus kawan die sesame PNS, tidak lebih dari niat itu," kata Eka Arianto.

Kejadian ini diakui Eka Arianto sudah dilaporkan ke Polres Ketapang pada Rabu (31/12/2025) malam dilengkapi dengan bukti hasil visum et repertum. 

"Iya sudah saya buat pelaporan ke Polres dan sayapun sudah memberikan hasil visum," ujar Eka Arianto, Rabu (31/12/2025).

Sementara itu, satuan Reskrim Polres Ketapang, sudah menerima pelaporan dari seseorang warga bernama Eka Arianto. Saat ini kasus ini sedang diselidiki. Jika ditemukan unsur pidananya, kasus ini besar kemungkinan naik ke penyidikan. 

Kasus ini menjadi atensi Dewan Pimpinan Wilayah PPNI Kalimantan Barat. Ketua oganisasi ini, Ns Juliansyah berharap, tindakan dugaan kekerasan terhadap anggotanya ini dapat diselidiki dengan adil, serta dapat diselesaikan dengan sebaik baiknya apalagi yang diserang adalah seorang ketua di level kabupaten. 

Sebelumya diberitakan kalau, keturunan "marga" Uti-uti di Ketapang tidak terima adanya ucapan dari Eka Arianto yang mengatakan orang Uti-uti mengambil uang ratusan juta dari calon bupati Farhan. Ucapan ini dinilai keluarga Uti-uti merendahkan. Sehingga perlu penjelasan dari si pengucap, Eka Arianto. 

Klarifikasi sudah dijelaskan, namun masih tidak diterima dan berujung pada aksi pemukulan yang diterima Eka Arianto. 

Muzahidin.
Tinggalkan Komentar anda Tentang Berita ini