Wahana Permainan Lokasi Pasar Malam di Air Upas Roboh, Infonya 15 orang Alami Luka Serius
![]() |
| Wahana Permainan Lokasi Pasar Malam di Air Upas Roboh, Infonya 15 orang Alami Luka Serius. |
![]() |
| Wahana Permainan Lokasi Pasar Malam di Air Upas Roboh, Infonya 15 orang Alami Luka Serius. |
BENGKAYANG - Di tengah kemajuan zaman, masih ada kisah pilu dari pedalaman Kalimantan Barat. Warga Dusun Sungkung Tiga, Kecamatan Siding, Kabupaten Bengkayang, harus menempuh perjalanan berat hanya untuk mendapatkan layanan kesehatan.
Karena tidak adanya akses jalan yang layak dan minimnya fasilitas kesehatan, warga di sana terpaksa menandu pasien yang sakit melewati hutan dan perbukitan menuju Desa Suruh Tembawang, Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau.
Perjalanan panjang itu bisa memakan waktu berjam-jam, bahkan lebih lama jika kondisi jalan licin akibat hujan.
Jalur yang mereka lalui bukan jalan beraspal, melainkan tanah berbatu dan menanjak kondisi yang jelas berisiko, terutama bagi pasien yang sedang lemah.
Kisah ini viral di media sosial dan menuai berbagai tanggapan dari warganet yang ikut prihatin. Banyak yang menyoroti lambatnya pembangunan infrastruktur di wilayah perbatasan yang sudah lama menjadi keluhan masyarakat.
Fransiscus Noprian Dinata menulis di Facebook,
“Sekadar buat jalan rabat beton pun nggak bisa di situ? Padahal dana desa sudah bertahun-tahun cair. Harusnya bisa dibangun.”
Sementara Bocahz Bocahz menambahkan,
“Pemerintah pusat kayaknya lebih sibuk lihat Palestina daripada lihat keadaan negaranya sendiri. Jalan di pedalaman Kalbar rata-rata buruk, Pemda juga bilang nggak ada anggaran.”
Ada pula komentar dari Alfat Wildhan yang menyoroti ketimpangan kebijakan,
“Mata pemerintah kayak buram lihat itu. Delapan puluh tahun merdeka, tapi yang dirasakan cuma harapan kosong. Untuk proyek besar negara dana bisa cair sampai ratusan triliun, tapi buat jalan rakyat nol besar.”
Darmawangsa Darmawangsa juga menulis dengan nada prihatin,
“Ya ampun, kok masih ada ya tempat yang jauh dari jangkauan kendaraan? Semoga ke depan bisa lebih baik dan maju lagi.”
Sementara Asem Aprianto Silas menegaskan,
“Untuk proyek besar dana ada, tapi untuk jalan masyarakat nggak ada sama sekali.”
Kondisi warga di pedalaman Kalbar ini kembali membuka mata banyak pihak bahwa pembangunan di Indonesia masih belum merata.
Wilayah perbatasan seperti Sungkung sering kali luput dari perhatian, padahal masyarakat di sana juga bagian dari bangsa ini.
Banyak yang berharap agar pemerintah daerah dan pusat bisa lebih serius membenahi akses transportasi serta fasilitas kesehatan di kawasan terpencil.
Jalan yang layak bukan sekadar infrastruktur, tapi urat nadi kehidupan dan harapan bagi masyarakat pedalaman.
Kisah warga Sungkung Tiga ini bukan hanya cerita tentang perjuangan untuk berobat, tetapi juga potret nyata ketimpangan pembangunan di negeri ini.
Semoga ke depan, warga pedalaman tak perlu lagi ditandu menembus hutan demi sekadar mendapatkan layanan kesehatan dasar.
Karena setiap warga negara berhak mendapatkan akses dan perhatian yang sama di mana pun mereka tinggal.
![]() |
| Foto: Mobil Boks SPPG Kecelakaan dengan Pemotor di Nipah Kuning Kayong Utara |
KAYONG UTARA - Mobil boks pembawa menu makanan Gratis atau MBG nabrak pengendara motor yang sedang membawa keranjang berisi getah karet di persimpangan Sungai Sambas desa Nipah Kuning kabupaten Kayong Utara (KKU) pada Senin, (06/10/2025) sekitar pukul 11.35 wiba.
Korban diketahui bernama panggilan Manteb, warga trans Rantau Panjang KKU.
Iwan Candra, saksi atas peristiwa tersebut mengatakan, mobil berlogo BGN itu melaju dari arah Teluk Melano menuju Teluk Batang. aat itu sedang membawa makanan gratis untuk siswa SDN 33 Sungai Sambas Nipah Kuning.
Sementara korban juga melaju dari arah yang sama hendak berbelok masuk ke arah jalan Sungai Sambas. Pas di pertigaan jalan masuk kampung tersebut, tetiba dari arah belakang mobil boks SPPG yang dikemudikan Yoga menabrak sepeda motor korban.
"Tabrakan satu arah. Mobil MBG mau belok ke arah jalan kampung Sungai Sambas, motor itu juga belok. Laju mungkin mobil boks itu. Dari belakang tetiba nabrak pengendara. Lukanya cukup serius," ujar Iwan.
Kecelakaan itu membuat korban luka serius pada bagian kaki, tangan dan luka di bagian kening.
Sementara motor korban saat ini sedang disimpan di Mapolsek Simpang Hilir Teluk Melano untuk diselidiki.
"Kendaraan sementara kita amankan dulu di Mapolsek. Korban sudah di rujuk ke rumah sakit Djamaludin Sukadana," ujar Kapolsek Simpang Hilir, AKP Dede
(Muzahidin)
![]() |
| Musala Ponpes di Sidoarjo Ambruk, Polda Jatim Kerahkan Tim DVI untuk Identifikasi Korban. |
Musala di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, ambruk saat proses pengecoran pada Senin sore, 29 September 2025. Peristiwa ini menyebabkan tiga santri meninggal dunia dan puluhan lainnya luka-luka.
Polda Jawa Timur langsung mengerahkan tim Disaster Victim Identification (DVI) untuk membantu evakuasi sekaligus proses identifikasi korban.
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Jules Abraham Abast, menyampaikan tim DVI telah membentuk posko bersama tim gabungan di lokasi kejadian. "Tim DVI sudah membentuk posko bersama tim gabungan untuk melakukan proses evakuasi dan identifikasi," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (30/9/2025).
Hingga kini, sebanyak 102 orang berhasil dievakuasi. Dari jumlah tersebut, 91 orang melakukan evakuasi mandiri, sementara 11 lainnya dibantu tim SAR. Dari total korban, 101 orang dinyatakan selamat.
Selain tim DVI, Polda Jatim juga mengerahkan pasukan tambahan untuk mendukung evakuasi dan pengamanan.
"Kami menurunkan satu pleton Sabhara, satu pleton Brimob, serta didukung tiga Satuan Setingkat Kompi (SSK) dari Polresta Sidoarjo," kata Jules.
Para korban luka telah dirujuk ke tiga rumah sakit, yaitu RS Siti Hajar, RSUD Sidoarjo, dan RS Delta Surya Sidoarjo.
Sementara itu, aparat gabungan dari Polri, TNI, BPBD, SAR, dan relawan masih melakukan penyisiran di lokasi untuk memastikan tidak ada korban yang tertinggal di balik puing bangunan.
Insiden runtuhnya bangunan musala ini diduga terjadi akibat fondasi yang tidak kuat menahan beban saat proses pengecoran bertingkat.
Kantor SAR Surabaya menerima laporan pada pukul 15.35 WIB, Senin (29/9/2025). Dari total korban, tiga orang dinyatakan meninggal dunia.
Mereka adalah Mochammad Mashudulhaq (14), santri asal Dukuh Pakis, Surabaya; Muhammad Soleh (22), asal Tanjung Pandan, Bangka Belitung; serta Alfian yang meninggal di RS Siti Hajar pada Senin malam.
Hingga Selasa pagi, 30 September 2025, aparat masih fokus melakukan penyisiran dan memastikan keselamatan para santri lain.
Perkembangan terbaru mencatat dua korban meninggal dunia tambahan setelah sempat mendapat perawatan intensif.
Tragedi ini menjadi perhatian publik sekaligus peringatan atas pentingnya aspek keselamatan dalam pembangunan gedung pesantren maupun fasilitas pendidikan keagamaan.
![]() |
| Program MBG Menu Ikan Hiu dan Sayur Dikonsumsi Anak SD di Benua Kayong Ketapang Sebabkan Masuk IGD Agoesdjam. |
![]() |
| Kecelakaan di Jalan Merdeka Timur Sekadau, Polisi: Satu Pengendara Motor Meninggal Dunia. |
![]() |
| Kecelakaan di Jalan Merdeka Timur Sekadau, Polisi: Satu Pengendara Motor Meninggal Dunia. |
![]() |
| Kecelakaan di Jalan Merdeka Timur Sekadau, Polisi: Satu Pengendara Motor Meninggal Dunia. |
BOGOR - Bangunan Majelis Taklim Asobiyah di Kampung Sukamakmur RT 05/RW 04, Desa Sukamakmur, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, ambruk saat acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada Minggu (7/9/2025) sekitar pukul 08.30 WIB. Peristiwa memilukan ini menimpa lebih dari 50 orang jamaah yang tengah mengikuti kegiatan maulidan, menyebabkan tiga orang meninggal dunia dan sekitar 30 orang mengalami luka-luka.
Menurut keterangan Staf Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Jalaludin, bangunan berlantai dua tersebut tiba-tiba roboh saat acara berlangsung.
![]() |
| Kondisi bangunan Majelis Taklim Asobiyah di Sukamakmur Bogor yang ambruk saat acara Maulid Nabi. |
“Bangunan berlantai 2 ambruk pada saat kegiatan maulid diperkirakan lebih dari 50 orang tertimpa bangunan dan semua sudah dibawa ke rumah sakit terdekat,” ujar Jalaludin, Minggu siang. Ia menambahkan, para korban yang luka-luka kini sedang mendapatkan perawatan intensif di sejumlah rumah sakit di wilayah Bogor.
Sementara itu, warga sekitar mengaku kaget dengan kejadian ini. Menurut kesaksian warga, bangunan Majelis Taklim tersebut baru selesai dibangun sekitar satu bulan lalu dan sering digunakan untuk kegiatan keagamaan. “Kami tidak menyangka bangunannya bisa roboh secepat ini, apalagi saat ada banyak jamaah,” ungkap salah seorang warga Sukamakmur. Pihak kepolisian bersama tim BPBD dan relawan saat ini masih melakukan penyelidikan terkait penyebab ambruknya bangunan, termasuk kemungkinan adanya kelalaian konstruksi.
Hingga Minggu sore, suasana di lokasi masih ramai oleh warga dan aparat yang melakukan evakuasi. Tiga korban meninggal dunia telah diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan, sementara puluhan korban luka mendapat penanganan medis. Pemerintah Kabupaten Bogor menyampaikan belasungkawa yang mendalam dan berjanji akan menanggung biaya perawatan korban. Ke depan, tim gabungan akan melakukan investigasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
SEKADAU - Peristiwa tragis terjadi di Desa Sunsong, Kecamatan Sekadau Hulu, Kabupaten Sekadau. Dua orang warga yang merupakan ibu dan anak meninggal dunia setelah mengonsumsi jamur hutan pada Kamis (4/9/2025). Keduanya adalah FL (44) dan putrinya FA (2). Insiden ini baru dikonfirmasi pihak kepolisian pada Minggu (7/9/2025).
Kapolres Sekadau AKBP Donny Molino Manoppo melalui Kapolsek Sekadau Hulu IPTU Agustam membenarkan kabar tersebut. Ia menjelaskan, peristiwa bermula ketika keluarga korban mengonsumsi jamur jenis kesi atau keluntan yang mereka temukan di hutan. Setelah dimasak dan dimakan bersama, para korban mengalami gejala keracunan berupa pusing dan muntah-muntah.
“Benar, ada dua korban meninggal dunia, masing-masing ibu dan anak, yakni FL (44) dan FA (2). Kejadian ini berawal saat mereka mengonsumsi jamur hutan yang diduga beracun. Selain itu, ada tiga orang lain yang juga mengalami gejala serupa, namun berhasil selamat setelah mendapat perawatan medis di RSUD Sekadau,” ungkap IPTU Agustam.
![]() |
| Petugas Polsek Sekadau Hulu saat memberikan keterangan terkait kasus dugaan keracunan jamur yang menewaskan ibu dan anak di Desa Sunsong, Sekadau. |
Korban yang selamat adalah M (33), YT (1), dan SN (25). Mereka sempat dilarikan ke rumah sakit dan kini kondisinya dilaporkan berangsur pulih. Namun, FA meninggal lebih dulu dalam perjalanan menuju klinik, sementara FL sempat mencoba berobat mandiri di rumah sebelum akhirnya meninggal pada Jumat (5/9) malam. Kedua korban dimakamkan bersama di pemakaman Katolik Desa Sunsong pada Sabtu (6/9).
IPTU Agustam menambahkan, pihak kepolisian sudah turun langsung ke lapangan untuk memberikan dukungan kepada keluarga korban dan memastikan kondisi warga lainnya. Namun, sisa jamur yang dikonsumsi sudah dibuang warga sehingga tidak ada barang bukti yang bisa diamankan. Kepolisian berencana mengambil sampel jamur dari hutan sekitar untuk penyelidikan lebih lanjut.
“Peristiwa ini menjadi pembelajaran agar masyarakat lebih berhati-hati saat mengonsumsi tumbuhan liar atau jamur yang belum dipastikan aman. Kami mengimbau warga selalu mengutamakan keselamatan sebelum mengolah bahan makanan yang berasal dari alam,” pungkasnya.
Warga Sulawesi Tenggara (Sultra) bisa menikmati fenomena langka gerhana bulan total pada Minggu (7/9) malam hingga Senin (8/9) dini hari. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan seluruh kabupaten dan kota di Sultra berkesempatan menyaksikan peristiwa ini secara langsung tanpa alat bantu, jika kondisi langit cerah.
Kepala Stasiun Geofisika BMKG Kendari, Rudin, menjelaskan gerhana bulan total terjadi saat posisi matahari, bumi, dan bulan sejajar lurus, sehingga bulan masuk ke dalam bayangan inti bumi atau umbra.
![]() |
| Gerhana Bulan Total 7 September Bisa Disaksikan di Seluruh Langit Sulawesi Tenggara. (Gambar ilustrasi) |
“Peristiwa yang merupakan akibat dari pergerakan posisi matahari, bumi, dan bulan yang dinamis ini hanya terjadi pada fase purnama dan bisa diprediksi sebelumnya,” kata Rudin saat dihubungi di Kendari, Minggu (7/9).
Ia menambahkan, saat puncak gerhana, bulan akan tampak berwarna merah darah atau blood moon jika tidak tertutup awan. Fenomena ini bisa disaksikan mulai pukul 23.26 WITA hingga berakhir pada Senin (8/9) pukul 04.56 WITA. BMKG juga telah merilis tahapan waktunya, yakni:
23.56 WITA: gerhana penumbra mulai
00.26 WITA: gerhana sebagian mulai
01.30 WITA: gerhana total mulai
02.11 WITA: puncak gerhana total
02.53 WITA: gerhana total berakhir
03.56 WITA: gerhana sebagian berakhir
04.56 WITA: gerhana penumbra berakhir
Selain itu, BMKG Kendari juga menggelar pengamatan langsung di halaman Kantor Stasiun Geofisika Kendari. “Masyarakat dipersilakan menyaksikan bersama tim pengamatan kami. Peristiwa ini bisa jadi momen edukasi dan pengalaman menarik,” ujar Rudin.
Fenomena gerhana bulan total kali ini bukan hanya bisa dilihat di Sulawesi Tenggara, tetapi juga di sebagian besar wilayah Indonesia. Masyarakat di 17 kabupaten dan kota di Sultra bisa menyaksikannya tanpa perlu teleskop. BMKG menegaskan fenomena ini aman untuk dilihat langsung dengan mata telanjang, berbeda dengan gerhana matahari yang membutuhkan pelindung khusus.
Kehadiran gerhana bulan total memberikan daya tarik tersendiri bagi warga dan juga para penggemar astronomi. Selain menjadi momen indah untuk diabadikan, fenomena ini juga mengingatkan masyarakat akan dinamika tata surya yang terus bergerak. BMKG berharap masyarakat memanfaatkan kesempatan ini untuk menambah wawasan sekaligus menikmati keindahan langit malam.
Ada kabar mengejutkan dari Kabupaten Bandung. Warga Kampung Cae, Desa Kiangroke, Kecamatan Banjaran, digegerkan dengan penemuan tiga jenazah di dalam sebuah rumah kontrakan pada Jumat dini hari, 5 September 2025.
Korban diketahui seorang ibu berinisial EN, berusia 34 tahun, bersama dua anaknya, AA yang masih berusia 9 tahun, dan APA yang baru berusia 11 bulan.
![]() |
| Warga Bandung gempar penemuan ibu dan dua anak meninggal di rumah kontrakan. |
Ketiganya pertama kali ditemukan oleh suami korban, YS, sekitar pukul 4 pagi saat baru pulang kerja.
![]() |
| Penyebab Kecelakaan Mobil Tangki BBM Pertamina di Bogor Masih Diselidiki. |