Berita Ketapang Informasi: Peristiwa hari ini

CSS

Kode Recentpost Grid

Tampilkan postingan dengan label Peristiwa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Peristiwa. Tampilkan semua postingan

Oktober 19, 2025

Wahana Permainan Lokasi Pasar Malam di Air Upas Roboh, Infonya 15 orang Alami Luka Serius

Wahana Permainan Lokasi Pasar Malam di Air Upas Roboh, Infonya 15 orang Alami Luka Serius
Wahana Permainan Lokasi Pasar Malam di Air Upas Roboh, Infonya 15 orang Alami Luka Serius.
Ketapang (Borneo Tribun) - Sebuah wahana permainan yang sering disebut Ayunan Perahu dalam kawasan pasar malam di lapangan bola depan kantor kecamatan Air Upas kabupaten Ketapang, roboh pada Sabtu malam (18/10/2025).  Kejadian itu terekam dalam vidio warga dan cepat tersebar luas di medsos. 

Dari kiriman vidio yang diterima Borneo Tribun, nampaknya wahana itu sedang bergerak gerak, namun tetiba secara mendadak ambruk ke tanah. 

Salah seorang pengunjung yang mengaku bernama Vijay mengatakan, kejadian itu menyebabkan sekitar 15 orang pengunjung wahana itu alami luka-luka, bahkan ada yang sampai patah kaki dan luka di kepala. 

"Benar ade kejadian roboh itu. Korbanye ade 15 orang,  bahkan ade 2 orang yang luka serius. 1 orang patah kaki, 1 orang.luka kepala," kata dia. 

Menurut dia, saat ini para korban sudah dirawat di Puskesmas setempat. 

Lokasi permainan itu sejak peristiwa ini terjadi sudah berhenti.

Diperkirakan, kemungkinan penyebab robohnya wahana itu karena ada baut yang terlepas atau besi wahana itu patah saat beroperasi, ambruk mendadak. 

Belum diperoleh keterangan lebih lanjut dari petugas setempat. 

Penulis: Muzahidin

Oktober 17, 2025

Rumah Tunanetra di Benua Kayong Hangus Terbakar

Rumah Tunanetra di Benua Kayong Hangus Terbakar
Ketapang, (Borneo Tribun) - Rumah milik Ridwan penderita tunanetra di jalan Haji Samanhudi Kelurahan Kauman kecamatan Benua Kayong, Ketapang pada petang Jumat (17/10/2025) ludes disikat api. 

Warga yang melihat kejadian dan berada di sekitar lokasi mengatakan, api terlihat pertama kalinya berasal dari dalam rumah. Kemudian cepat membesar. Diduga api membakar barang-barang yang mudah terbakar milik lelaki yang hidup seorang diri di rumah tersebut. 

"Api mungkin awalnya dari dalam rumah. Mungkin bekas puntung rokok yang dak diketahui Ridwan masih menyala, lupa madamkanya. Dia itu tidak melihat matanya (tunanetra), tinggal dirumah itu hanya seorang diri," kata seorang warga sekitar. 

Upaya pemadam api secara swadaya warga tidak berhasil menjinakkan api yang cepat membesar. Api dapat dijinakkan ketika petugas Damkar datang di lokasi kejadian. Kondisi seluruh bangunan rumah milik Ridwan sudah hangus terbakar.

Beruntungnya, warga masih berhasil mengevakuasi korban dalam kondisi selamat. Selanjutnya korban dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. 

Camat Benua Kayong, Khairolraji mengatakan pihaknya kini tengah berkoordinasi dengan pihak kelurahan, Dinas Sosial, dan relawan setempat untuk memberikan bantuan darurat, termasuk kebutuhan dasar bagi korban.

"Begitu kami mendapat kabar, kami langsung menuju lokasi dan kemudian menjenguk Pak Riduan di rumah sakit. Kami ingin memastikan beliau mendapat penanganan yang layak serta memberikan semangat agar tetap kuat menghadapi musibah ini," kata Khairolraji.

Muzahidin.

Oktober 16, 2025

Warga Perbatasan Kalbar Harus Ditandu Lintas Kabupaten Demi Berobat, Akses Jalan Masih Jadi Luka Lama!

Warga Perbatasan Kalbar Harus Ditandu Lintas Kabupaten Demi Berobat, Akses Jalan Masih Jadi Luka Lama!

BENGKAYANG - Di tengah kemajuan zaman, masih ada kisah pilu dari pedalaman Kalimantan Barat. Warga Dusun Sungkung Tiga, Kecamatan Siding, Kabupaten Bengkayang, harus menempuh perjalanan berat hanya untuk mendapatkan layanan kesehatan.

Karena tidak adanya akses jalan yang layak dan minimnya fasilitas kesehatan, warga di sana terpaksa menandu pasien yang sakit melewati hutan dan perbukitan menuju Desa Suruh Tembawang, Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau.

Warga Perbatasan Kalbar Harus Ditandu Lintas Kabupaten Demi Berobat, Akses Jalan Masih Jadi Luka Lama!

Perjalanan panjang itu bisa memakan waktu berjam-jam, bahkan lebih lama jika kondisi jalan licin akibat hujan. 

Jalur yang mereka lalui bukan jalan beraspal, melainkan tanah berbatu dan menanjak kondisi yang jelas berisiko, terutama bagi pasien yang sedang lemah.

Suara Netizen: “Sampai Kapan Warga Pedalaman Dibiarkan Begini?”

Kisah ini viral di media sosial dan menuai berbagai tanggapan dari warganet yang ikut prihatin. Banyak yang menyoroti lambatnya pembangunan infrastruktur di wilayah perbatasan yang sudah lama menjadi keluhan masyarakat.

Warga Perbatasan Kalbar Harus Ditandu Lintas Kabupaten Demi Berobat, Akses Jalan Masih Jadi Luka Lama!

Fransiscus Noprian Dinata menulis di Facebook,

“Sekadar buat jalan rabat beton pun nggak bisa di situ? Padahal dana desa sudah bertahun-tahun cair. Harusnya bisa dibangun.”

Sementara Bocahz Bocahz menambahkan,

“Pemerintah pusat kayaknya lebih sibuk lihat Palestina daripada lihat keadaan negaranya sendiri. Jalan di pedalaman Kalbar rata-rata buruk, Pemda juga bilang nggak ada anggaran.”

Ada pula komentar dari Alfat Wildhan yang menyoroti ketimpangan kebijakan,

“Mata pemerintah kayak buram lihat itu. Delapan puluh tahun merdeka, tapi yang dirasakan cuma harapan kosong. Untuk proyek besar negara dana bisa cair sampai ratusan triliun, tapi buat jalan rakyat nol besar.”

Darmawangsa Darmawangsa juga menulis dengan nada prihatin,

“Ya ampun, kok masih ada ya tempat yang jauh dari jangkauan kendaraan? Semoga ke depan bisa lebih baik dan maju lagi.”

Sementara Asem Aprianto Silas menegaskan,

“Untuk proyek besar dana ada, tapi untuk jalan masyarakat nggak ada sama sekali.”

Pembangunan yang Tak Merata, Harapan yang Belum Padam

Kondisi warga di pedalaman Kalbar ini kembali membuka mata banyak pihak bahwa pembangunan di Indonesia masih belum merata. 

Wilayah perbatasan seperti Sungkung sering kali luput dari perhatian, padahal masyarakat di sana juga bagian dari bangsa ini.

Banyak yang berharap agar pemerintah daerah dan pusat bisa lebih serius membenahi akses transportasi serta fasilitas kesehatan di kawasan terpencil. 

Jalan yang layak bukan sekadar infrastruktur, tapi urat nadi kehidupan dan harapan bagi masyarakat pedalaman.

Warga Perbatasan Kalbar Harus Ditandu Lintas Kabupaten Demi Berobat, Akses Jalan Masih Jadi Luka Lama!

Kisah warga Sungkung Tiga ini bukan hanya cerita tentang perjuangan untuk berobat, tetapi juga potret nyata ketimpangan pembangunan di negeri ini. 

Semoga ke depan, warga pedalaman tak perlu lagi ditandu menembus hutan demi sekadar mendapatkan layanan kesehatan dasar. 

Karena setiap warga negara berhak mendapatkan akses dan perhatian yang sama di mana pun mereka tinggal.

Oktober 06, 2025

Mobil Boks SPPG Kecelakaan dengan Pemotor di Nipah Kuning Kayong Utara

Foto: Mobil Boks SPPG Kecelakaan dengan Pemotor di Nipah Kuning Kayong Utara



KAYONG UTARA - Mobil boks pembawa menu makanan Gratis atau MBG nabrak pengendara motor yang sedang membawa keranjang berisi getah karet di persimpangan Sungai Sambas desa Nipah Kuning kabupaten Kayong Utara (KKU) pada Senin, (06/10/2025) sekitar pukul 11.35 wiba.


Korban diketahui bernama panggilan Manteb, warga trans Rantau Panjang KKU.


Iwan Candra, saksi atas peristiwa tersebut mengatakan, mobil berlogo BGN itu melaju dari arah Teluk Melano menuju Teluk Batang. aat itu sedang membawa makanan gratis untuk siswa SDN 33 Sungai Sambas Nipah Kuning. 

Sementara korban juga melaju dari arah yang sama hendak berbelok masuk ke arah jalan Sungai Sambas. Pas di pertigaan jalan masuk kampung tersebut, tetiba dari arah belakang mobil boks SPPG yang dikemudikan Yoga menabrak sepeda motor korban.


"Tabrakan satu arah. Mobil MBG mau belok ke arah jalan kampung Sungai Sambas, motor itu juga belok. Laju mungkin mobil boks itu. Dari belakang tetiba nabrak pengendara. Lukanya cukup serius," ujar Iwan. 


Kecelakaan itu membuat korban luka serius pada bagian kaki, tangan dan luka di bagian kening. 


Sementara motor korban saat ini sedang disimpan di Mapolsek Simpang Hilir Teluk Melano untuk diselidiki. 


"Kendaraan sementara kita amankan dulu di Mapolsek. Korban sudah di rujuk ke rumah sakit Djamaludin Sukadana," ujar Kapolsek Simpang Hilir, AKP Dede 


(Muzahidin)

September 30, 2025

Musala Ponpes di Sidoarjo Ambruk, Polda Jatim Kerahkan Tim DVI untuk Identifikasi Korban

Musala Ponpes di Sidoarjo Ambruk, Polda Jatim Kerahkan Tim DVI untuk Identifikasi Korban
Musala Ponpes di Sidoarjo Ambruk, Polda Jatim Kerahkan Tim DVI untuk Identifikasi Korban.

Musala di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, ambruk saat proses pengecoran pada Senin sore, 29 September 2025. Peristiwa ini menyebabkan tiga santri meninggal dunia dan puluhan lainnya luka-luka. 

Polda Jawa Timur langsung mengerahkan tim Disaster Victim Identification (DVI) untuk membantu evakuasi sekaligus proses identifikasi korban.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Jules Abraham Abast, menyampaikan tim DVI telah membentuk posko bersama tim gabungan di lokasi kejadian. "Tim DVI sudah membentuk posko bersama tim gabungan untuk melakukan proses evakuasi dan identifikasi," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (30/9/2025). 

Hingga kini, sebanyak 102 orang berhasil dievakuasi. Dari jumlah tersebut, 91 orang melakukan evakuasi mandiri, sementara 11 lainnya dibantu tim SAR. Dari total korban, 101 orang dinyatakan selamat.

Selain tim DVI, Polda Jatim juga mengerahkan pasukan tambahan untuk mendukung evakuasi dan pengamanan. 

"Kami menurunkan satu pleton Sabhara, satu pleton Brimob, serta didukung tiga Satuan Setingkat Kompi (SSK) dari Polresta Sidoarjo," kata Jules. 

Para korban luka telah dirujuk ke tiga rumah sakit, yaitu RS Siti Hajar, RSUD Sidoarjo, dan RS Delta Surya Sidoarjo. 

Sementara itu, aparat gabungan dari Polri, TNI, BPBD, SAR, dan relawan masih melakukan penyisiran di lokasi untuk memastikan tidak ada korban yang tertinggal di balik puing bangunan.

Insiden runtuhnya bangunan musala ini diduga terjadi akibat fondasi yang tidak kuat menahan beban saat proses pengecoran bertingkat. 

Kantor SAR Surabaya menerima laporan pada pukul 15.35 WIB, Senin (29/9/2025). Dari total korban, tiga orang dinyatakan meninggal dunia. 

Mereka adalah Mochammad Mashudulhaq (14), santri asal Dukuh Pakis, Surabaya; Muhammad Soleh (22), asal Tanjung Pandan, Bangka Belitung; serta Alfian yang meninggal di RS Siti Hajar pada Senin malam.

Hingga Selasa pagi, 30 September 2025, aparat masih fokus melakukan penyisiran dan memastikan keselamatan para santri lain. 

Perkembangan terbaru mencatat dua korban meninggal dunia tambahan setelah sempat mendapat perawatan intensif. 

Tragedi ini menjadi perhatian publik sekaligus peringatan atas pentingnya aspek keselamatan dalam pembangunan gedung pesantren maupun fasilitas pendidikan keagamaan.

September 23, 2025

Program MBG Menu Ikan Hiu dan Sayur Dikonsumsi Anak SD di Benua Kayong Ketapang Sebabkan Masuk IGD Agoesdjam

Ketapang, Borneo Tribun -  Murid SD Negeri 12 Benua Kayong, Kecamatan Benua Kayong, Kabupaten Ketapang dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat RSUD dr Agoesdjam Ketapang pada Selasa (23/09/2025 ).

Informasi yang dihimpun, sebanyak 20 orang siswa SDN itu diduga alami keracunan dengan gejala mual dan muntah-muntah selepas menyantap menu nugget berisi ikan hiu, kol dan sayuran dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dimakan pada pukul 9 pagi. 

"Tidak lama setelah makanan disantap, beberapa siswa mulai mengeluh sakit perut dan muntah," ujar  DewiHardiana Febrianti, Kepala Sekolah SDN 12 Benua Kayong, Selasa (23/09/2025) ditemui di RSUD Agoesdjam Ketapang.
Program MBG Menu Ikan Hiu dan Sayur Dikonsumsi Anak SD di Benua Kayong Ketapang Sebabkan Masuk IGD Agoesdjam
Program MBG Menu Ikan Hiu dan Sayur Dikonsumsi Anak SD di Benua Kayong Ketapang Sebabkan Masuk IGD Agoesdjam.

Awalnya,  siswa yang alami sakit tersebut ditangani oleh Puskesmas Tuan Tuan, namun karena jumlah yang sakit terus bertambah dan kondisi anak-anak melemah, akhirnya dilakukan rujukan ke rumah sakit.


"16 siswa dibawa ke RSUD dr Agoesdjam, untuk pemeriksaan intensif” ujarnya.

Menu MBG yang dikonsumsi berupa nugget berbahan ikan hiu dan sayur kol  yang sepertinya sudah berlendir. Seusai memakan itulah, beberapa siswa mengeluhkan sakit perut, mual dan muntah.

Hardiana mengatakan, menu nugget ikan hiu sebenarnya banyak tidak disukai oleh siswanya. Tetapi ia menduga, penyebabnya karena olahan sayur yang dimasak ulang. 

“Ikan hiu banyak yang tidak suka karena amis, tapi saya menilai justru sayurnya yang bermasalah. Sepertinya sudah basi karena sebelumnya sempat dipanaskan kembali,” kata Hardiana.

Salah satu orang tua siswa, Asri Yani, mengaku panik setelah mengetahui anaknya muntah di sekolah hingga harus dilarikan ke rumah sakit.

“Saya kaget waktu dapat kabar anak saya muntah di sekolah. Pihak sekolah langsung membawa ke rumah sakit. Jujur, saya panik dan takut terjadi apa-apa pada anak saya,” ucapnya.

Asri Yani meminta pemerintah daerah mengevaluasi dapur penyedia makanan MBG agar kasus serupa tidak kembali menimpa para siswa.

“Kami sebagai orang tua berharap dapur penyedia makanan ini diawasi ketat. Jangan sampai anak-anak kami jadi korban lagi akibat kelalaian,”  katanya.

Reporter: Muzahidin.

September 17, 2025

Kecelakaan di Jalan Merdeka Timur Sekadau, Polisi: Satu Pengendara Motor Meninggal Dunia

Kecelakaan di Jalan Merdeka Timur Sekadau, Polisi: Satu Pengendara Motor Meninggal Dunia
Kecelakaan di Jalan Merdeka Timur Sekadau, Polisi: Satu Pengendara Motor Meninggal Dunia. 
Sekadau, Kalbar - Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Merdeka Timur, tepatnya di depan Gardu Induk PLN Desa Mungguk, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, Rabu (17/9/2025) pagi. Peristiwa ini melibatkan sepeda motor yang dikendarai A (49) dan sebuah mobil micro bus yang dikemudikan BHT (47).

Kapolres Sekadau AKBP Donny Molino Manoppo melalui Kasat Lantas IPTU Sudarsono menjelaskan, kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 07.40 WIB. Saat kejadian, A yang baru pulang kerja dari RSUD Sekadau sempat berbalik arah menuju rumah sakit.
Kecelakaan di Jalan Merdeka Timur Sekadau, Polisi: Satu Pengendara Motor Meninggal Dunia
Kecelakaan di Jalan Merdeka Timur Sekadau, Polisi: Satu Pengendara Motor Meninggal Dunia. 
“Setibanya di lokasi kejadian, A berusaha mendahului kendaraan di depannya. Namun dari arah berlawanan melintas kendaraan micro bus. Karena jarak yang terlalu dekat, tabrakan tidak terhindarkan,” kata IPTU Sudarsono.

Akibat benturan, pengendara motor mengalami luka serius di bagian wajah dan tubuh. Korban sempat dilarikan ke RSUD Sekadau, namun nyawanya tidak tertolong. Sementara pengemudi micro bus tidak mengalami luka.
Kecelakaan di Jalan Merdeka Timur Sekadau, Polisi: Satu Pengendara Motor Meninggal Dunia
Kecelakaan di Jalan Merdeka Timur Sekadau, Polisi: Satu Pengendara Motor Meninggal Dunia. 
IPTU Sudarsono menambahkan, polisi telah melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti, serta meminta keterangan saksi. Kedua kendaraan yang terlibat kecelakaan mengalami kerusakan.

“Kami dari Satlantas Polres Sekadau mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati saat berkendara. Perhatikan kondisi jalan, utamakan keselamatan diri maupun orang lain, serta lengkapi kendaraan dengan perlengkapan dan surat-surat yang sah,” pesannya.

September 08, 2025

Tragedi Bangunan Majelis Taklim Ambruk di Ciomas Bogor, 3 Orang Meninggal dan Puluhan Luka-Luka

BOGOR - Bangunan Majelis Taklim Asobiyah di Kampung Sukamakmur RT 05/RW 04, Desa Sukamakmur, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, ambruk saat acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada Minggu (7/9/2025) sekitar pukul 08.30 WIB. Peristiwa memilukan ini menimpa lebih dari 50 orang jamaah yang tengah mengikuti kegiatan maulidan, menyebabkan tiga orang meninggal dunia dan sekitar 30 orang mengalami luka-luka.

Menurut keterangan Staf Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Jalaludin, bangunan berlantai dua tersebut tiba-tiba roboh saat acara berlangsung. 

Kondisi bangunan Majelis Taklim Asobiyah di Sukamakmur Bogor yang ambruk saat acara Maulid Nabi
Kondisi bangunan Majelis Taklim Asobiyah di Sukamakmur Bogor yang ambruk saat acara Maulid Nabi.

“Bangunan berlantai 2 ambruk pada saat kegiatan maulid diperkirakan lebih dari 50 orang tertimpa bangunan dan semua sudah dibawa ke rumah sakit terdekat,” ujar Jalaludin, Minggu siang. Ia menambahkan, para korban yang luka-luka kini sedang mendapatkan perawatan intensif di sejumlah rumah sakit di wilayah Bogor.

Sementara itu, warga sekitar mengaku kaget dengan kejadian ini. Menurut kesaksian warga, bangunan Majelis Taklim tersebut baru selesai dibangun sekitar satu bulan lalu dan sering digunakan untuk kegiatan keagamaan. “Kami tidak menyangka bangunannya bisa roboh secepat ini, apalagi saat ada banyak jamaah,” ungkap salah seorang warga Sukamakmur. Pihak kepolisian bersama tim BPBD dan relawan saat ini masih melakukan penyelidikan terkait penyebab ambruknya bangunan, termasuk kemungkinan adanya kelalaian konstruksi.

Hingga Minggu sore, suasana di lokasi masih ramai oleh warga dan aparat yang melakukan evakuasi. Tiga korban meninggal dunia telah diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan, sementara puluhan korban luka mendapat penanganan medis. Pemerintah Kabupaten Bogor menyampaikan belasungkawa yang mendalam dan berjanji akan menanggung biaya perawatan korban. Ke depan, tim gabungan akan melakukan investigasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

September 07, 2025

Dua Warga Desa Sunsong Tewas Diduga Keracunan Jamur Hutan di Sekadau

SEKADAU - Peristiwa tragis terjadi di Desa Sunsong, Kecamatan Sekadau Hulu, Kabupaten Sekadau. Dua orang warga yang merupakan ibu dan anak meninggal dunia setelah mengonsumsi jamur hutan pada Kamis (4/9/2025). Keduanya adalah FL (44) dan putrinya FA (2). Insiden ini baru dikonfirmasi pihak kepolisian pada Minggu (7/9/2025).

Kapolres Sekadau AKBP Donny Molino Manoppo melalui Kapolsek Sekadau Hulu IPTU Agustam membenarkan kabar tersebut. Ia menjelaskan, peristiwa bermula ketika keluarga korban mengonsumsi jamur jenis kesi atau keluntan yang mereka temukan di hutan. Setelah dimasak dan dimakan bersama, para korban mengalami gejala keracunan berupa pusing dan muntah-muntah.

“Benar, ada dua korban meninggal dunia, masing-masing ibu dan anak, yakni FL (44) dan FA (2). Kejadian ini berawal saat mereka mengonsumsi jamur hutan yang diduga beracun. Selain itu, ada tiga orang lain yang juga mengalami gejala serupa, namun berhasil selamat setelah mendapat perawatan medis di RSUD Sekadau,” ungkap IPTU Agustam.

Petugas Polsek Sekadau Hulu saat memberikan keterangan terkait kasus dugaan keracunan jamur yang menewaskan ibu dan anak di Desa Sunsong, Sekadau.
Petugas Polsek Sekadau Hulu saat memberikan keterangan terkait kasus dugaan keracunan jamur yang menewaskan ibu dan anak di Desa Sunsong, Sekadau.

Korban yang selamat adalah M (33), YT (1), dan SN (25). Mereka sempat dilarikan ke rumah sakit dan kini kondisinya dilaporkan berangsur pulih. Namun, FA meninggal lebih dulu dalam perjalanan menuju klinik, sementara FL sempat mencoba berobat mandiri di rumah sebelum akhirnya meninggal pada Jumat (5/9) malam. Kedua korban dimakamkan bersama di pemakaman Katolik Desa Sunsong pada Sabtu (6/9).

IPTU Agustam menambahkan, pihak kepolisian sudah turun langsung ke lapangan untuk memberikan dukungan kepada keluarga korban dan memastikan kondisi warga lainnya. Namun, sisa jamur yang dikonsumsi sudah dibuang warga sehingga tidak ada barang bukti yang bisa diamankan. Kepolisian berencana mengambil sampel jamur dari hutan sekitar untuk penyelidikan lebih lanjut.

“Peristiwa ini menjadi pembelajaran agar masyarakat lebih berhati-hati saat mengonsumsi tumbuhan liar atau jamur yang belum dipastikan aman. Kami mengimbau warga selalu mengutamakan keselamatan sebelum mengolah bahan makanan yang berasal dari alam,” pungkasnya.

Gerhana Bulan Total 7 September Bisa Disaksikan di Seluruh Langit Sulawesi Tenggara

Warga Sulawesi Tenggara (Sultra) bisa menikmati fenomena langka gerhana bulan total pada Minggu (7/9) malam hingga Senin (8/9) dini hari. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan seluruh kabupaten dan kota di Sultra berkesempatan menyaksikan peristiwa ini secara langsung tanpa alat bantu, jika kondisi langit cerah.

Kepala Stasiun Geofisika BMKG Kendari, Rudin, menjelaskan gerhana bulan total terjadi saat posisi matahari, bumi, dan bulan sejajar lurus, sehingga bulan masuk ke dalam bayangan inti bumi atau umbra. 

Gerhana Bulan Total 7 September Bisa Disaksikan di Seluruh Langit Sulawesi Tenggara
Gerhana Bulan Total 7 September Bisa Disaksikan di Seluruh Langit Sulawesi Tenggara. (Gambar ilustrasi)

“Peristiwa yang merupakan akibat dari pergerakan posisi matahari, bumi, dan bulan yang dinamis ini hanya terjadi pada fase purnama dan bisa diprediksi sebelumnya,” kata Rudin saat dihubungi di Kendari, Minggu (7/9).

Ia menambahkan, saat puncak gerhana, bulan akan tampak berwarna merah darah atau blood moon jika tidak tertutup awan. Fenomena ini bisa disaksikan mulai pukul 23.26 WITA hingga berakhir pada Senin (8/9) pukul 04.56 WITA. BMKG juga telah merilis tahapan waktunya, yakni:

  • 23.56 WITA: gerhana penumbra mulai

  • 00.26 WITA: gerhana sebagian mulai

  • 01.30 WITA: gerhana total mulai

  • 02.11 WITA: puncak gerhana total

  • 02.53 WITA: gerhana total berakhir

  • 03.56 WITA: gerhana sebagian berakhir

  • 04.56 WITA: gerhana penumbra berakhir

Selain itu, BMKG Kendari juga menggelar pengamatan langsung di halaman Kantor Stasiun Geofisika Kendari. “Masyarakat dipersilakan menyaksikan bersama tim pengamatan kami. Peristiwa ini bisa jadi momen edukasi dan pengalaman menarik,” ujar Rudin.

Fenomena gerhana bulan total kali ini bukan hanya bisa dilihat di Sulawesi Tenggara, tetapi juga di sebagian besar wilayah Indonesia. Masyarakat di 17 kabupaten dan kota di Sultra bisa menyaksikannya tanpa perlu teleskop. BMKG menegaskan fenomena ini aman untuk dilihat langsung dengan mata telanjang, berbeda dengan gerhana matahari yang membutuhkan pelindung khusus.

Kehadiran gerhana bulan total memberikan daya tarik tersendiri bagi warga dan juga para penggemar astronomi. Selain menjadi momen indah untuk diabadikan, fenomena ini juga mengingatkan masyarakat akan dinamika tata surya yang terus bergerak. BMKG berharap masyarakat memanfaatkan kesempatan ini untuk menambah wawasan sekaligus menikmati keindahan langit malam.

Warga Bandung gempar penemuan ibu dan dua anak meninggal di rumah kontrakan

Ada kabar mengejutkan dari Kabupaten Bandung. Warga Kampung Cae, Desa Kiangroke, Kecamatan Banjaran, digegerkan dengan penemuan tiga jenazah di dalam sebuah rumah kontrakan pada Jumat dini hari, 5 September 2025.

Korban diketahui seorang ibu berinisial EN, berusia 34 tahun, bersama dua anaknya, AA yang masih berusia 9 tahun, dan APA yang baru berusia 11 bulan. 

Warga Bandung gempar penemuan ibu dan dua anak meninggal di rumah kontrakan
Warga Bandung gempar penemuan ibu dan dua anak meninggal di rumah kontrakan.

Ketiganya pertama kali ditemukan oleh suami korban, YS, sekitar pukul 4 pagi saat baru pulang kerja.

Penyebab Kecelakaan Mobil Tangki BBM Pertamina di Bogor Masih Diselidiki

Penyebab Kecelakaan Mobil Tangki BBM Pertamina di Bogor Masih Diselidiki
Penyebab Kecelakaan Mobil Tangki BBM Pertamina di Bogor Masih Diselidiki.
BOGOR - Turunan Cigudeg di Kabupaten Bogor bukan sekadar ruas jalan biasa. Turunan ini terkenal sebagai jalur yang rawan, bahkan menantang nyali pengemudi. 

Pada Jumat sore, 5 September 2025, sebuah mobil tangki BBM bernomor polisi B 9194 TFV, milik mitra angkutan Koperasi Gatra Migas, melewati jalan tersebut untuk mengantarkan BBM.

Nahas mobil tangki itu meluncur di jalanan yang cukup menurun tajam. Sesaat kemudian keluar suara keras menggetarkan udara. Warga sekitar berhamburan keluar rumah, sebagian merekam dengan ponsel, sebagian lagi panik khawatir akan keselamatan. 

Tak ada korban jiwa dalam insiden kecelakaan yang melibatkan beberapa kendaraan tersebut. Sebelumnya, dua awak mobil tangki (AMT) yang bertugas,  sudah dinyatakan dalam kondisi sehat, fit.

Evakuasi Cepat Petugas

Sesaat setelah kabar kecelakaan mencuat, aparat kepolisian dan dinas perhubungan segera turun tangan. Petugas lalu lintas bekerja tanpa henti mengevakuasi kendaraan raksasa itu agar tidak menimbulkan gangguan berkepanjangan. Mobil tangki berhasil dievakuasi pada malam itu juga, Jumat (5/9/2025)

Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat juga langsung melakukan koordinasi internal. Investigasi segera dijalankan untuk mencari tahu penyebab insiden. Adakah faktor teknis pada kendaraan? Ataukah murni situasi kondisi jalanan yang tak bersahabat? Hingga tulisan ini diturunkan, penyebab kecelakaan masih diselidiki

Amanah Energi

PT Pertamina Patra Niaga menyadari, distribusi BBM bukan sekadar pekerjaan logistik. Ini adalah urat nadi ekonomi rakyat, penghubung denyut mesin-mesin industri, hingga motor roda dua di pedesaan. Setiap tetes BBM yang sampai ke SPBU adalah hasil perjalanan panjang yang penuh risiko.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat Susanto August Satria menegaskan,,aspek keselamatan tetap menjadi prioritas. Evaluasi terhadap mitra angkutan akan dilakukan sesuai prosedur. Hal ini untuk memastikan peristiwa seperti ini tak terulang.

Luka Lama Jalanan

Cigudeg bukan satu-satunya titik rawan. Dari Bogor hingga Cianjur, dari Puncak hingga Sukabumi, jalanan curam dan berliku penuh risiko. Pemerintah daerah berulang kali diminta memperbaiki infrastruktur, memperkuat pengawasan, namun kecelakaan terus saja berulang.

Mobil tangki BBM di Cigudeg seolah menjadi simbol luka lama yang tak kunjung sembuh. Oleh karena itu, maka perlu sinergi lebih erat antara perusahaan energi, pemerintah, hingga masyarakat. Infrastruktur yang aman adalah syarat mutlak distribusi energi, apalagi di daerah padat aktivitas ekonomi.

Di balik kepanikan, ada pula apresiasi. Publik mengakui kecepatan respons aparat dan Pertamina yang sigap mengevakuasi serta menenangkan situasi. Call Center 135 pun kembali digelorakan sebagai jalur komunikasi resmi, memastikan warga tak termakan isu liar atau berita simpang siur.

Namun, kisah ini menyisakan catatan, transportasi energi masih menyimpan bahaya laten. Keselamatan bukan hanya slogan, melainkan kerja nyata yang harus terus dibuktikan di jalanan berliku, di tikungan tajam, di turunan curam seperti Cigudeg.

Warga hanya bisa berharap agar tragedi ini benar-benar menjadi pelajaran, bukan sekadar headline sehari. Karena energi adalah darah bangsa, dan setiap perjalanan tangki BBM adalah tarian tipis antara keselamatan dan memitigasi resiko perjalanan.