Wahana Permainan Lokasi Pasar Malam di Air Upas Roboh, Infonya 15 orang Alami Luka Serius
![]() |
| Wahana Permainan Lokasi Pasar Malam di Air Upas Roboh, Infonya 15 orang Alami Luka Serius. |
![]() |
| Wahana Permainan Lokasi Pasar Malam di Air Upas Roboh, Infonya 15 orang Alami Luka Serius. |
BENGKAYANG - Di tengah kemajuan zaman, masih ada kisah pilu dari pedalaman Kalimantan Barat. Warga Dusun Sungkung Tiga, Kecamatan Siding, Kabupaten Bengkayang, harus menempuh perjalanan berat hanya untuk mendapatkan layanan kesehatan.
Karena tidak adanya akses jalan yang layak dan minimnya fasilitas kesehatan, warga di sana terpaksa menandu pasien yang sakit melewati hutan dan perbukitan menuju Desa Suruh Tembawang, Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau.
Perjalanan panjang itu bisa memakan waktu berjam-jam, bahkan lebih lama jika kondisi jalan licin akibat hujan.
Jalur yang mereka lalui bukan jalan beraspal, melainkan tanah berbatu dan menanjak kondisi yang jelas berisiko, terutama bagi pasien yang sedang lemah.
Kisah ini viral di media sosial dan menuai berbagai tanggapan dari warganet yang ikut prihatin. Banyak yang menyoroti lambatnya pembangunan infrastruktur di wilayah perbatasan yang sudah lama menjadi keluhan masyarakat.
Fransiscus Noprian Dinata menulis di Facebook,
“Sekadar buat jalan rabat beton pun nggak bisa di situ? Padahal dana desa sudah bertahun-tahun cair. Harusnya bisa dibangun.”
Sementara Bocahz Bocahz menambahkan,
“Pemerintah pusat kayaknya lebih sibuk lihat Palestina daripada lihat keadaan negaranya sendiri. Jalan di pedalaman Kalbar rata-rata buruk, Pemda juga bilang nggak ada anggaran.”
Ada pula komentar dari Alfat Wildhan yang menyoroti ketimpangan kebijakan,
“Mata pemerintah kayak buram lihat itu. Delapan puluh tahun merdeka, tapi yang dirasakan cuma harapan kosong. Untuk proyek besar negara dana bisa cair sampai ratusan triliun, tapi buat jalan rakyat nol besar.”
Darmawangsa Darmawangsa juga menulis dengan nada prihatin,
“Ya ampun, kok masih ada ya tempat yang jauh dari jangkauan kendaraan? Semoga ke depan bisa lebih baik dan maju lagi.”
Sementara Asem Aprianto Silas menegaskan,
“Untuk proyek besar dana ada, tapi untuk jalan masyarakat nggak ada sama sekali.”
Kondisi warga di pedalaman Kalbar ini kembali membuka mata banyak pihak bahwa pembangunan di Indonesia masih belum merata.
Wilayah perbatasan seperti Sungkung sering kali luput dari perhatian, padahal masyarakat di sana juga bagian dari bangsa ini.
Banyak yang berharap agar pemerintah daerah dan pusat bisa lebih serius membenahi akses transportasi serta fasilitas kesehatan di kawasan terpencil.
Jalan yang layak bukan sekadar infrastruktur, tapi urat nadi kehidupan dan harapan bagi masyarakat pedalaman.
Kisah warga Sungkung Tiga ini bukan hanya cerita tentang perjuangan untuk berobat, tetapi juga potret nyata ketimpangan pembangunan di negeri ini.
Semoga ke depan, warga pedalaman tak perlu lagi ditandu menembus hutan demi sekadar mendapatkan layanan kesehatan dasar.
Karena setiap warga negara berhak mendapatkan akses dan perhatian yang sama di mana pun mereka tinggal.
![]() |
| Foto: Mobil Boks SPPG Kecelakaan dengan Pemotor di Nipah Kuning Kayong Utara |
KAYONG UTARA - Mobil boks pembawa menu makanan Gratis atau MBG nabrak pengendara motor yang sedang membawa keranjang berisi getah karet di persimpangan Sungai Sambas desa Nipah Kuning kabupaten Kayong Utara (KKU) pada Senin, (06/10/2025) sekitar pukul 11.35 wiba.
Korban diketahui bernama panggilan Manteb, warga trans Rantau Panjang KKU.
Iwan Candra, saksi atas peristiwa tersebut mengatakan, mobil berlogo BGN itu melaju dari arah Teluk Melano menuju Teluk Batang. aat itu sedang membawa makanan gratis untuk siswa SDN 33 Sungai Sambas Nipah Kuning.
Sementara korban juga melaju dari arah yang sama hendak berbelok masuk ke arah jalan Sungai Sambas. Pas di pertigaan jalan masuk kampung tersebut, tetiba dari arah belakang mobil boks SPPG yang dikemudikan Yoga menabrak sepeda motor korban.
"Tabrakan satu arah. Mobil MBG mau belok ke arah jalan kampung Sungai Sambas, motor itu juga belok. Laju mungkin mobil boks itu. Dari belakang tetiba nabrak pengendara. Lukanya cukup serius," ujar Iwan.
Kecelakaan itu membuat korban luka serius pada bagian kaki, tangan dan luka di bagian kening.
Sementara motor korban saat ini sedang disimpan di Mapolsek Simpang Hilir Teluk Melano untuk diselidiki.
"Kendaraan sementara kita amankan dulu di Mapolsek. Korban sudah di rujuk ke rumah sakit Djamaludin Sukadana," ujar Kapolsek Simpang Hilir, AKP Dede
(Muzahidin)
![]() |
| Musala Ponpes di Sidoarjo Ambruk, Polda Jatim Kerahkan Tim DVI untuk Identifikasi Korban. |
Musala di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, ambruk saat proses pengecoran pada Senin sore, 29 September 2025. Peristiwa ini menyebabkan tiga santri meninggal dunia dan puluhan lainnya luka-luka.
Polda Jawa Timur langsung mengerahkan tim Disaster Victim Identification (DVI) untuk membantu evakuasi sekaligus proses identifikasi korban.
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Jules Abraham Abast, menyampaikan tim DVI telah membentuk posko bersama tim gabungan di lokasi kejadian. "Tim DVI sudah membentuk posko bersama tim gabungan untuk melakukan proses evakuasi dan identifikasi," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (30/9/2025).
Hingga kini, sebanyak 102 orang berhasil dievakuasi. Dari jumlah tersebut, 91 orang melakukan evakuasi mandiri, sementara 11 lainnya dibantu tim SAR. Dari total korban, 101 orang dinyatakan selamat.
Selain tim DVI, Polda Jatim juga mengerahkan pasukan tambahan untuk mendukung evakuasi dan pengamanan.
"Kami menurunkan satu pleton Sabhara, satu pleton Brimob, serta didukung tiga Satuan Setingkat Kompi (SSK) dari Polresta Sidoarjo," kata Jules.
Para korban luka telah dirujuk ke tiga rumah sakit, yaitu RS Siti Hajar, RSUD Sidoarjo, dan RS Delta Surya Sidoarjo.
Sementara itu, aparat gabungan dari Polri, TNI, BPBD, SAR, dan relawan masih melakukan penyisiran di lokasi untuk memastikan tidak ada korban yang tertinggal di balik puing bangunan.
Insiden runtuhnya bangunan musala ini diduga terjadi akibat fondasi yang tidak kuat menahan beban saat proses pengecoran bertingkat.
Kantor SAR Surabaya menerima laporan pada pukul 15.35 WIB, Senin (29/9/2025). Dari total korban, tiga orang dinyatakan meninggal dunia.
Mereka adalah Mochammad Mashudulhaq (14), santri asal Dukuh Pakis, Surabaya; Muhammad Soleh (22), asal Tanjung Pandan, Bangka Belitung; serta Alfian yang meninggal di RS Siti Hajar pada Senin malam.
Hingga Selasa pagi, 30 September 2025, aparat masih fokus melakukan penyisiran dan memastikan keselamatan para santri lain.
Perkembangan terbaru mencatat dua korban meninggal dunia tambahan setelah sempat mendapat perawatan intensif.
Tragedi ini menjadi perhatian publik sekaligus peringatan atas pentingnya aspek keselamatan dalam pembangunan gedung pesantren maupun fasilitas pendidikan keagamaan.
![]() |
| Program MBG Menu Ikan Hiu dan Sayur Dikonsumsi Anak SD di Benua Kayong Ketapang Sebabkan Masuk IGD Agoesdjam. |
![]() |
| Kecelakaan di Jalan Merdeka Timur Sekadau, Polisi: Satu Pengendara Motor Meninggal Dunia. |
![]() |
| Kecelakaan di Jalan Merdeka Timur Sekadau, Polisi: Satu Pengendara Motor Meninggal Dunia. |
![]() |
| Kecelakaan di Jalan Merdeka Timur Sekadau, Polisi: Satu Pengendara Motor Meninggal Dunia. |
BOGOR - Bangunan Majelis Taklim Asobiyah di Kampung Sukamakmur RT 05/RW 04, Desa Sukamakmur, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, ambruk saat acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada Minggu (7/9/2025) sekitar pukul 08.30 WIB. Peristiwa memilukan ini menimpa lebih dari 50 orang jamaah yang tengah mengikuti kegiatan maulidan, menyebabkan tiga orang meninggal dunia dan sekitar 30 orang mengalami luka-luka.
Menurut keterangan Staf Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Jalaludin, bangunan berlantai dua tersebut tiba-tiba roboh saat acara berlangsung.
![]() |
| Kondisi bangunan Majelis Taklim Asobiyah di Sukamakmur Bogor yang ambruk saat acara Maulid Nabi. |
“Bangunan berlantai 2 ambruk pada saat kegiatan maulid diperkirakan lebih dari 50 orang tertimpa bangunan dan semua sudah dibawa ke rumah sakit terdekat,” ujar Jalaludin, Minggu siang. Ia menambahkan, para korban yang luka-luka kini sedang mendapatkan perawatan intensif di sejumlah rumah sakit di wilayah Bogor.
Sementara itu, warga sekitar mengaku kaget dengan kejadian ini. Menurut kesaksian warga, bangunan Majelis Taklim tersebut baru selesai dibangun sekitar satu bulan lalu dan sering digunakan untuk kegiatan keagamaan. “Kami tidak menyangka bangunannya bisa roboh secepat ini, apalagi saat ada banyak jamaah,” ungkap salah seorang warga Sukamakmur. Pihak kepolisian bersama tim BPBD dan relawan saat ini masih melakukan penyelidikan terkait penyebab ambruknya bangunan, termasuk kemungkinan adanya kelalaian konstruksi.
Hingga Minggu sore, suasana di lokasi masih ramai oleh warga dan aparat yang melakukan evakuasi. Tiga korban meninggal dunia telah diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan, sementara puluhan korban luka mendapat penanganan medis. Pemerintah Kabupaten Bogor menyampaikan belasungkawa yang mendalam dan berjanji akan menanggung biaya perawatan korban. Ke depan, tim gabungan akan melakukan investigasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
SEKADAU - Peristiwa tragis terjadi di Desa Sunsong, Kecamatan Sekadau Hulu, Kabupaten Sekadau. Dua orang warga yang merupakan ibu dan anak meninggal dunia setelah mengonsumsi jamur hutan pada Kamis (4/9/2025). Keduanya adalah FL (44) dan putrinya FA (2). Insiden ini baru dikonfirmasi pihak kepolisian pada Minggu (7/9/2025).
Kapolres Sekadau AKBP Donny Molino Manoppo melalui Kapolsek Sekadau Hulu IPTU Agustam membenarkan kabar tersebut. Ia menjelaskan, peristiwa bermula ketika keluarga korban mengonsumsi jamur jenis kesi atau keluntan yang mereka temukan di hutan. Setelah dimasak dan dimakan bersama, para korban mengalami gejala keracunan berupa pusing dan muntah-muntah.
“Benar, ada dua korban meninggal dunia, masing-masing ibu dan anak, yakni FL (44) dan FA (2). Kejadian ini berawal saat mereka mengonsumsi jamur hutan yang diduga beracun. Selain itu, ada tiga orang lain yang juga mengalami gejala serupa, namun berhasil selamat setelah mendapat perawatan medis di RSUD Sekadau,” ungkap IPTU Agustam.
![]() |
| Petugas Polsek Sekadau Hulu saat memberikan keterangan terkait kasus dugaan keracunan jamur yang menewaskan ibu dan anak di Desa Sunsong, Sekadau. |
Korban yang selamat adalah M (33), YT (1), dan SN (25). Mereka sempat dilarikan ke rumah sakit dan kini kondisinya dilaporkan berangsur pulih. Namun, FA meninggal lebih dulu dalam perjalanan menuju klinik, sementara FL sempat mencoba berobat mandiri di rumah sebelum akhirnya meninggal pada Jumat (5/9) malam. Kedua korban dimakamkan bersama di pemakaman Katolik Desa Sunsong pada Sabtu (6/9).
IPTU Agustam menambahkan, pihak kepolisian sudah turun langsung ke lapangan untuk memberikan dukungan kepada keluarga korban dan memastikan kondisi warga lainnya. Namun, sisa jamur yang dikonsumsi sudah dibuang warga sehingga tidak ada barang bukti yang bisa diamankan. Kepolisian berencana mengambil sampel jamur dari hutan sekitar untuk penyelidikan lebih lanjut.
“Peristiwa ini menjadi pembelajaran agar masyarakat lebih berhati-hati saat mengonsumsi tumbuhan liar atau jamur yang belum dipastikan aman. Kami mengimbau warga selalu mengutamakan keselamatan sebelum mengolah bahan makanan yang berasal dari alam,” pungkasnya.
Warga Sulawesi Tenggara (Sultra) bisa menikmati fenomena langka gerhana bulan total pada Minggu (7/9) malam hingga Senin (8/9) dini hari. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan seluruh kabupaten dan kota di Sultra berkesempatan menyaksikan peristiwa ini secara langsung tanpa alat bantu, jika kondisi langit cerah.
Kepala Stasiun Geofisika BMKG Kendari, Rudin, menjelaskan gerhana bulan total terjadi saat posisi matahari, bumi, dan bulan sejajar lurus, sehingga bulan masuk ke dalam bayangan inti bumi atau umbra.
![]() |
| Gerhana Bulan Total 7 September Bisa Disaksikan di Seluruh Langit Sulawesi Tenggara. (Gambar ilustrasi) |
“Peristiwa yang merupakan akibat dari pergerakan posisi matahari, bumi, dan bulan yang dinamis ini hanya terjadi pada fase purnama dan bisa diprediksi sebelumnya,” kata Rudin saat dihubungi di Kendari, Minggu (7/9).
Ia menambahkan, saat puncak gerhana, bulan akan tampak berwarna merah darah atau blood moon jika tidak tertutup awan. Fenomena ini bisa disaksikan mulai pukul 23.26 WITA hingga berakhir pada Senin (8/9) pukul 04.56 WITA. BMKG juga telah merilis tahapan waktunya, yakni:
23.56 WITA: gerhana penumbra mulai
00.26 WITA: gerhana sebagian mulai
01.30 WITA: gerhana total mulai
02.11 WITA: puncak gerhana total
02.53 WITA: gerhana total berakhir
03.56 WITA: gerhana sebagian berakhir
04.56 WITA: gerhana penumbra berakhir
Selain itu, BMKG Kendari juga menggelar pengamatan langsung di halaman Kantor Stasiun Geofisika Kendari. “Masyarakat dipersilakan menyaksikan bersama tim pengamatan kami. Peristiwa ini bisa jadi momen edukasi dan pengalaman menarik,” ujar Rudin.
Fenomena gerhana bulan total kali ini bukan hanya bisa dilihat di Sulawesi Tenggara, tetapi juga di sebagian besar wilayah Indonesia. Masyarakat di 17 kabupaten dan kota di Sultra bisa menyaksikannya tanpa perlu teleskop. BMKG menegaskan fenomena ini aman untuk dilihat langsung dengan mata telanjang, berbeda dengan gerhana matahari yang membutuhkan pelindung khusus.
Kehadiran gerhana bulan total memberikan daya tarik tersendiri bagi warga dan juga para penggemar astronomi. Selain menjadi momen indah untuk diabadikan, fenomena ini juga mengingatkan masyarakat akan dinamika tata surya yang terus bergerak. BMKG berharap masyarakat memanfaatkan kesempatan ini untuk menambah wawasan sekaligus menikmati keindahan langit malam.
Ada kabar mengejutkan dari Kabupaten Bandung. Warga Kampung Cae, Desa Kiangroke, Kecamatan Banjaran, digegerkan dengan penemuan tiga jenazah di dalam sebuah rumah kontrakan pada Jumat dini hari, 5 September 2025.
Korban diketahui seorang ibu berinisial EN, berusia 34 tahun, bersama dua anaknya, AA yang masih berusia 9 tahun, dan APA yang baru berusia 11 bulan.
![]() |
| Warga Bandung gempar penemuan ibu dan dua anak meninggal di rumah kontrakan. |
Ketiganya pertama kali ditemukan oleh suami korban, YS, sekitar pukul 4 pagi saat baru pulang kerja.
![]() |
| Penyebab Kecelakaan Mobil Tangki BBM Pertamina di Bogor Masih Diselidiki. |
Tangisan seorang ibu pecah saat menjemput putranya di Markas Polda Jawa Tengah usai kericuhan demo pada Senin (1/9/2025). Dalam video yang beredar, sang ibu sempat memukul anaknya karena kesal ikut aksi rusuh, sebelum akhirnya memeluknya erat sambil bercucuran air mata. Momen haru ini langsung viral di media sosial dan menuai beragam komentar netizen.
Menurut keterangan kepolisian, sejumlah mahasiswa dan pemuda diamankan karena diduga terlibat dalam aksi unjuk rasa yang berujung ricuh di Semarang. "Kami amankan sementara untuk dimintai keterangan dan memastikan siapa yang memang terlibat, siapa yang tidak," ujar Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Satake Bayu, kepada wartawan. Ia menegaskan, proses hukum akan disesuaikan dengan tingkat keterlibatan masing-masing.
Video pertemuan ibu dan anak di halaman Polda Jateng sontak menyita perhatian publik. Beberapa akun media sosial menuliskan tanggapan menohok soal aksi nekat para remaja itu. Seorang pengguna TikTok dengan nama lunalulabye menulis, "Orang tua banting tulang cari duit malah tawuran. Kalo nganggur itu orang tua bantuin." Sementara akun codenotes2 menilai tindakan polisi berlebihan, "Jangan dimarahi bu anaknya. Itu bapak-bapak yang baju coklat itu saja bu pantes dimarahi. Ngapain ditangkap segala, kan bukan maling/koruptor."
![]() |
|
Seorang ibu menangis sambil memeluk anaknya di halaman Polda Jateng usai demo rusuh. |
Komentar serupa datang dari akun christalmurray5 yang mengkritik orang tua. "Saya suka heran segitu banyak anak-anak yang ikut demo kenapa orang tua nya gak larang... anak saya aja meski sudah kerja tetap saya pantau terus. Kalau perlu off kalau keadaan gak kondusif," tulisnya. Netizen lain bernama bagusrespati82 menambahkan, "Parah kamu bikin ibu menangis. Senakal-nakalnya kamu jangan sampai membuat ibu mu menangis. Kalau sampai nangis, neraka tempatmu."
Ada pula yang menilai fenomena ini wajar karena usia remaja memang rawan ikut-ikutan. Akun lambe_kw1 menuliskan, "Biasanya anak-anak yang ikut kaya gini diajak temannya. Usia segini memang jiwa mudanya masih bergejolak. Bahkan ada yang ikut demo buat lucu-lucuan tanpa mikirin resikonya." Sedangkan sovanaa_shirl mengingatkan, "Beruntung kalian lahir di Indonesia. Kalau di negara lain macam Jerman, anak usia 14 tahun sudah bisa diadili sebagai orang dewasa, bahkan orang tua wajib bayar kerusakan."
Polda Jateng memastikan akan mengedepankan pendekatan humanis dalam menangani para pemuda yang terlibat. Beberapa yang masih di bawah umur akan dipulangkan setelah diberi pembinaan dan peringatan keras. Sementara mereka yang terbukti melakukan tindakan anarkis bakal menjalani proses hukum lebih lanjut.
Momen air mata seorang ibu di Polda Jateng itu menjadi pengingat betapa mahalnya rasa tenang bagi orang tua. Polisi mengimbau masyarakat, terutama kalangan muda, untuk menyampaikan aspirasi dengan cara damai dan tidak mudah terprovokasi. Perkembangan kasus demo rusuh di Semarang masih terus dipantau, dan pihak kepolisian menjanjikan keterbukaan informasi kepada publik.
![]() |
| Tiga Rumah Anggota DPR Diserbu Massa, Dari Rumah Ahmad Sahroni, Eko Patrio hingga Rumah Uya Kuya, Barang Mewah Hingga Kucing Ikut Dijarah. |
![]() |
| Warga Geruduk Rumah Anggota DPR RI Ahmad Sahroni di Jakut, Mobil Hancur dan Patung Ironman Dibawa. |
JAKARTA - Sejumlah warga menggeruduk rumah anggota DPR RI Ahmad Sahroni di Kelurahan Kebon Bawang, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Sabtu (30/8/2025). Dalam video yang viral di media sosial, warga tampak membawa patung Ironman, memasuki rumah Sahroni, dan bahkan menghancurkan mobil yang terparkir di halaman. Keramaian warga membuat situasi di sekitar rumah menjadi padat dan ramai.
Lurah Kebon Bawang, Suratno Widodo, membenarkan insiden tersebut. “Saya di lokasi, benar (warga menggeruduk rumah Sahroni). Ini saya lagi crowded,” ujar Suratno. Video yang beredar memperlihatkan warga berteriak-teriak dan bergerak di sepanjang jalanan rumah Sahroni, menimbulkan kerusakan di beberapa bagian rumah dan kendaraan.
Kejadian ini dipicu sorotan publik terhadap tunjangan DPR RI yang belakangan menuai kritik. Ahmad Sahroni, yang juga Sekretaris Fraksi Partai NasDem, menyatakan dukungannya terhadap evaluasi total tunjangan anggota DPR. “Saya dukung evaluasi tunjangan yang diterima anggota DPR RI, setuju evaluasi secara total,” kata Sahroni. Ia menegaskan bahwa seluruh gaji dan tunjangan yang diterimanya selalu dikembalikan kepada masyarakat. “Untuk saya semua gaji dan tunjangan dari dulu selalu saya berikan kembali ke masyarakat, itu wajib. Meski nanti dievaluasi, tetap akan saya kembalikan ke masyarakat,” tambahnya.
Hingga Sabtu sore, situasi di sekitar rumah Sahroni masih ramai. Warga terlihat memenuhi area jalanan, sementara aparat kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait langkah pengamanan. Kejadian ini menjadi perhatian publik karena menyoroti tuntutan transparansi tunjangan anggota DPR serta respons masyarakat terhadap isu tersebut.
![]() |
| Api membakar gedung DPRD Makassar saat aksi massa ricuh pada malam hari. |
MAKASSAR - Gedung DPRD Kota Makassar, Sulawesi Selatan, terbakar saat aksi massa pecah pada Jumat (29/8/2025) malam. Peristiwa itu bikin panik karena di dalam gedung sedang berlangsung rapat paripurna yang dihadiri anggota dewan, Wali Kota Makassar Munafri “Appi” Arifuddin, wakil wali kota, hingga sekda.
Wakil Ketua II DPRD Makassar, Anwar Faruq, membenarkan kejadian mencekam itu. Menurutnya, massa awalnya masuk menduduki kantor DPRD, lalu membakar bagian gedung dan sejumlah kendaraan di halaman. “Massa menduduki kantor DPRD Kota Makassar malam ini, saat kami sedang rapat paripurna,” kata Anwar dalam keterangannya, dikutip dari detikSulsel.
Karena situasi makin panas, evakuasi pun dilakukan. Appi dan sejumlah pejabat Pemkot Makassar dilarikan keluar lewat pintu belakang menggunakan sepeda motor. “Pak Wali dan Bu Wali, Pak Sekda, dievakuasi lewat belakang dengan motor,” ucap Anwar. Ia memastikan semua berhasil diselamatkan. “Alhamdulillah kami semua selamat,” tambahnya.
Hingga kini belum jelas apa yang memicu massa nekat membakar gedung wakil rakyat tersebut. Polisi bersama TNI sudah turun tangan mengamankan lokasi. Area sekitar Jalan AP Pettarani kini dipasangi barikade dan dijaga ketat aparat. Belum ada keterangan soal jumlah kerugian maupun korban akibat peristiwa ini, namun situasi disebut mulai bisa dikendalikan.
![]() |
| Helikopter mendarat darurat di jalan raya Uttarakhand setelah alami kerusakan teknis, penumpang selamat. |
Dunia, Borneotribun.com - Sebuah helikopter yang tengah menuju Kedarnath terpaksa melakukan pendaratan darurat di sebuah jalan raya di Uttarakhand, India, pada beberapa bulan lalu. Insiden ini terjadi setelah pesawat mengalami gangguan teknis beberapa menit usai lepas landas. Pilot dengan sigap mengambil keputusan cepat dan mendaratkan helikopter tepat di tengah jalan raya yang cukup padat.
Menurut laporan awal, ekor helikopter sempat menghantam sebuah mobil yang sedang terparkir di pinggir jalan. Mobil tersebut ringsek, namun beruntung tidak ada orang di dalamnya. Lima penumpang yang berada di dalam helikopter berhasil selamat tanpa luka serius, sementara sang pilot hanya mengalami cedera ringan. Momen dramatis ini sempat membuat panik warga sekitar yang menyaksikan langsung pendaratan darurat tersebut.
Pejabat kepolisian Uttarakhand yang turun ke lokasi menyatakan bahwa evakuasi dilakukan dengan cepat. "Kejadian ini nyaris berakhir tragis, namun berkat ketenangan dan keterampilan pilot, semua penumpang bisa diselamatkan," kata seorang petugas kepolisian setempat yang enggan disebutkan namanya. Sementara itu, otoritas penerbangan India memastikan akan melakukan investigasi menyeluruh terkait penyebab kerusakan teknis yang memaksa helikopter mendarat darurat.
Insiden ini menjadi sorotan publik di media sosial. Banyak warganet menyebutnya sebagai "keajaiban kecil" karena semua penumpang bisa keluar dengan selamat dari situasi yang berpotensi fatal. Video pendaratan darurat yang beredar luas juga menunjukkan detik-detik menegangkan ketika baling-baling helikopter mengenai mobil. Pemerintah daerah menegaskan bahwa jalan raya yang digunakan sebagai landasan sudah kembali dibuka setelah pembersihan puing dan bangkai kendaraan.
Meski berakhir selamat, peristiwa ini menambah daftar panjang tantangan transportasi udara menuju kawasan peziarahan populer seperti Kedarnath. Otoritas terkait berjanji akan memperketat pemeriksaan teknis armada helikopter demi menjamin keselamatan penumpang di masa mendatang.
![]() |
| Kondisi lingkungan tidak sehat di pedesaan menjadi penyebab anak kecil terinfeksi ribuan cacing gelang hingga meninggal dunia. (Gambar ilustrasi IA) |
Kuningan, Jabar - Seorang bocah bernama Raya (4) dikabarkan meninggal dunia setelah tubuhnya dipenuhi ribuan cacing gelang atau askariasis. Peristiwa memilukan ini viral di media sosial sejak pertengahan Agustus 2025, setelah video kondisi Raya tersebar luas.
Lokasi peristiwa disebut terjadi di sebuah daerah pedesaan Indonesia di kampung Padangenyang, Desa Cianaga, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Di mana bocah malang itu hidup dalam keterbatasan hingga terpapar infeksi cacing parah.
Unggahan tentang kisah Raya membuat ribuan warganet bereaksi. Akun TikTok @ita6265 menulis, “Aku yg geli bgt ke cacing nekat klik pencarian Raya cacing di dalam tubuh merinding anj nyesel.”
Netizen lain, Maria O Jawa, juga mengaku trauma usai menonton video tersebut. “Aku nangis sejadinya liat videonya, smpe trauma tiap mau merem keinget penderitaan Raya,” tulisnya.
Selain rasa sedih, banyak komentar yang menyinggung ketidakadilan sosial. Akun @tarry0788 menulis, “Miris banget denger berita ini 😠hidup dg keterbatasan di Indonesia sementara anggota dewan digaji sehari 3 juta. Selamat datang di Indonesia.”
Senada, akun @mayashopa mengkritik, “DPRD yg katanya wakil rakyat enak joget-joget, rakyatnya malah dalam keadaan menderita.”
Tak sedikit pula netizen yang bertanya-tanya soal medis. Akun @JSM Aulia berkomentar, “Kok bisa ya naik ke mulut, lewat lambung kan ada enzim dan asam lambung, atau tdk mempan?” Sementara akun lain memberikan penjelasan bahwa kondisi buruk lingkungan membuat telur cacing mudah masuk ke tubuh anak kecil.
Seperti ditulis @Oktavia, “Orangtuanya ODGJ, Raya ini waktu baru ngerangkak sering ditaruh di tanah dan masuk ke kolong rumah, banyak ayam dan kotorannya. Namanya bayi pasti makan segala macem. Sampai usia 4 tahun badannya penuh banget sama cacing, bahkan udah ngegerogotin otak.”
Dari penuturan akun @Nirma Lestari, disebutkan bahwa almarhumah sering bermain di bawah kolong rumah panggung yang berlantai tanah dengan banyak kotoran ayam. Dari situlah telur cacing masuk ke tubuhnya, berkembang biak, dan akhirnya merusak organ vital bocah kecil tersebut.
Kasus ini menyoroti masalah kesehatan lingkungan dan sanitasi yang masih menjadi tantangan besar di Indonesia. Infeksi cacing gelang sebenarnya bisa dicegah dengan program pemberian obat cacing rutin, kebersihan lingkungan, serta edukasi orang tua.
Media sosial sempat heboh dengan video viral yang menampilkan riuh sorakan para pendaki di puncak Gunung Talang, Kabupaten Solok, pada Sabtu (16/8/2025) malam menjelang perayaan HUT RI ke-80.
Dalam video tersebut, terlihat tenda-tenda pendaki disorot senter sambil terdengar suara teriakan. Isu pun merebak bahwa ada pendaki yang melakukan perbuatan terlarang di atas gunung.
![]() |
| Gambar ilustrasi. (IG gunungtalang) |
Namun, kabar tersebut dipastikan tidak benar alias hoax oleh pihak Posko Pendakian Talang Via Bukik Bulek.
![]() |
| Meski Didesak Ribuan Warga, Bupati Pati Sudewo Tolak Mundur dan 34 Orang Terluka. (Gambar CNN) |
PATI - Bupati Pati, Sudewo, menegaskan dirinya tidak akan mengundurkan diri meski menghadapi gelombang protes besar dari masyarakat.
Pernyataan ini ia sampaikan setelah aksi unjuk rasa di Alun-Alun Pati, Rabu, 13 Agustus 2025, yang berakhir ricuh dan dibubarkan polisi.
Aksi tersebut diikuti ribuan warga, menolak rencana kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan hingga 250 persen. Sedikitnya 34 orang terluka, termasuk 7 polisi.
![]() |
| Meski Didesak Ribuan Warga, Bupati Pati Sudewo Tolak Mundur dan 34 Orang Terluka. (Gambar CNN) |
Meski kebijakan itu sudah di batalkan dan Sudewo meminta maaf, warga tetap mendesak agar dirinya mundur dari jabatan.
Sudewo mengaku paham kemarahan warga dan menyebut kejadian ini jadi pelajaran untuk perbaikan ke depan.
Ia menegaskan, dirinya terpilih secara sah, sehingga pemberhentian bupati harus sesuai prosedur resmi.
Sementara itu, DPRD Pati sudah membentuk pansus pemakzulan lewat hak angket.
Bupati pun mengajak masyarakat menjaga situasi kondusif dan menghindari provokasi, agar pemerintahan tetap berjalan lancar.